Kali ini, kita akan membahas tentang seorang atlet futsal yang berasal dari Malang, yang tidak hanya menjadi penendang lawan yang tangguh di lapangan, tetapi juga memberikan selebrasi yang berbeda dengan sujud sebagai ungkapan syukur.  dan akhirnya Komite Disiplin Provinsi (Pandis) Jawa Timur akhirnya merevisi surat tersebut dan memutuskan menghukum atlet futsal Rafael Moreno secara tidak adil. Pandis malah mengeluarkan keputusan terakhir.

Surat yang memuat pembatalan keputusan tersebut adalah Surat No.: 002/PANDIS/PORROV/FUTSAL-JTM/IX/2023 tanggal 13 September 2023. Surat ini di batalkan dan di ganti dengan Surat No. 003/PANDIS/PORROV/FUTSAL-JTM / IX. /2023 mulai 21 September 2023.

futsal

Dalam surat terakhirnya, Pandis mengganti nama Tuan Rafael Moreno menjadi Tuan Mahdi Ansarullah. Keputusan ini di ambil setelah terjadi kesalahan dalam memasukkan nama yang seharusnya nomor urut 17 Mahdi Ansarullah dan nomor 15 Pak Rafael Moreno sehingga terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Dari surat tersebut terlihat bahwa pemain yang menendang Hanafi, pemain futsal Kabupaten Blitar itu, bukanlah Tuan Rafael Moreno melainkan Tuan Mahdi Ansarullah. Mahdi sendiri dilarang tampil di acara resmi FFI, AFP, dan AFK selama dua tahun Selain itu, Pandis juga mengembalikan nama Pak Rafael Moreno yang sebelumnya sempat disebut-sebut sebagai pemain penendang lawan.

Sosok Atlet Futsal Malang Penendang Lawan saat Selebrasi Sujud

Sementara dua nama lagi yang mendapat sanksi yakni Bagus Irmawanto selaku asisten pelatih futsal Kota Malang. Bagus terbukti menghasut pemain Kota Malang untuk melakukan tindakan kekerasan.

Yang ketiga adalah Diki Hidayat Pratama yang memukul pemain Kabupaten Blitar itu dengan sikunya hingga terjatuh dan mendapat pertolongan dari tim medis. Berikut salinan surat keputusan terbaru detikJatima yang diberi izin mengutip Presiden Pandis Arief Syaifuddin. Berdasarkan fakta dan pertimbangan hukum tersebut di atas, Komisi Disiplin memutuskan:

membatalkan Keputusan Nomor 002/PANDIS/PORROV/FUTSAL-JTM/IX/2023 tanggal 13 September 2023 dan karenanya di anggap tidak sah.

Mengubah resolusi tersebut sehingga berbunyi sebagai berikut:

  1. Asisten Pelatih Kota Malang atas nama Bagus Irmawanto karena menghasut kebencian dan kekerasan yang melanggar Pasal 54 Kode Disiplin;
  2. Baik Asisten Manajer Kota Malang atas nama Bagus Irmawanto P5.000.000/- (lima juta rupee) dan larangan mendampingi tim selama 6 bulan;
  3. Menyatakan Pemain Nomor 17 asal Kota Malang tersebut adalah bapaknya. MOCHAMAD MAHDI ANSARULLAH bersalah melakukan perbuatan tercela terhadap pemain lawan yang melanggar Pasal 49 Kode Disiplin

Demikian surat terbaru Pandis Provinsi Jawa Timur terkait pelanggaran pada cabang olahraga futsal pada pertandingan putaran kedelapan Popprov VIII antara Kabupaten Blitar melawan Kota Malang, Rabu (13/09/2023) di Lapangan Fatkhi Sidoarjo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here