Dalam beberapa dekade terakhir Mixed Martial Arts atau Pertarungan MMA adalah jenis olahraga yang sangat populer di dunia. Popularitasnya terus meningkat dengan cepat dan memiliki dampak global yang signifikan.

MMA melibatkan berbagai keterampilan bela diri, termasuk tinju, karate, jiu-jitsu Brasil, muay Thai, dan gulat. Kombinasi keterampilan ini menciptakan pertandingan yang serba cepat dan mendebarkan.

Banyak atlet MMA terkenal memiliki kepribadian yang kuat dan karisma yang menarik. Ini termasuk atlet seperti Conor McGregor, Ronda Rousey, Khabib Nurmagomedov, dan Jon Jones, yang telah menjadi bintang-bintang besar dan menarik perhatian tidak hanya dari penggemar MMA, tetapi juga dari masyarakat umum.

Asal-usul dan Evolusi Pertarungan MMA dari Era Kuno Hingga Saat Ini

Era Kuno

  • Yunani Kuno

Pertarungan bebas atau “Pankration” merupakan olahraga Yunani kuno yang mencakup suatu kombinasi dari tinju dan gulat, termasuk pukulan, tendangan, dan teknik gulat. Atlet Pankration harus memiliki keterampilan yang luas untuk berhasil dalam kompetisi ini.

  • Cina dan India

Sistem bela diri seperti Kung Fu di Cina dan Kalaripayattu di India melibatkan berbagai teknik yang mencakup serangan dan pertahanan baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh.

Jepang dan Pengaruhnya

  • Judo

Pada akhir abad ke-19, Judo dikembangkan di Jepang oleh Jigoro Kano. Ini melibatkan kombinasi teknik gulat dan lempar yang sering digunakan dalam pertarungan bebas.

  • Jujutsu

Jujutsu, bentuk lain bela diri Jepang, juga memberikan kontribusi pada pengembangan MMA. Ini melibatkan teknik perkelahian jarak dekat dan teknik manipulasi sendi.

  • Karate

Di Okinawa, Karate berkembang sebagai gabungan teknik-teknik pukulan dan tendangan dari tradisi Cina dan teknik-teknik bela diri Okinawa.

Pertarungan Bebas Kontemporer

  • Vale Tudo di Brasil

Pada awal abad ke-20, Brazil menyaksikan pertarungan Vale Tudo, yang pada dasarnya adalah bentuk awal dari pertarungan bebas. Ini melibatkan pertarungan tanpa aturan dan sering kali terjadi di sirkuit bawah tanah.

  • Pertarungan No-Holds-Barred

Di Amerika Serikat, pertarungan no-holds-barred menjadi populer, dan promotor seperti Art Davie dan Bob Meyrowitz membawa konsep ini ke pertarungan tingkat profesional. Ini akhirnya berkembang menjadi UFC pada tahun 1993.

Era Modern Pertarungan MMA

  • UFC (Ultimate Fighting Championship)

Didirikan pada tahun 1993, UFC menjadi pionir dalam menggabungkan berbagai gaya bela diri dan membuat aturan-aturan yang lebih terstruktur untuk menciptakan olahraga yang lebih aman yang dapat diterima secara luas.

  • Aturan dan Standarisasi

Seiring waktu, aturan-aturan MMA diterapkan dan disempurnakan untuk meningkatkan keselamatan atlet, sehingga membuat olahraga ini lebih dapat diterima secara umum. Ini mencakup pembatasan pada jenis pukulan tertentu dan pembagian berat kelas.

  • Globalisasi dan Populeritas

MMA menjadi fenomena global dengan pertandingan-pertandingan yang menarik di seluruh dunia. Contohnya Organisasi MMA seperti Bellator, ONE Championship, dan promotor lokal di berbagai negara ikut serta dalam menyebarkan popularitas olahraga ini.

Regulasi dan Pengakuan Olahraga

  • Komisi Atletik dan Pengawasan

Saat ini banyak negara yang memiliki komisi atletik dan pengawasan yang mengatur pertandingan MMA. Ini termasuk aturan-aturan terkait keselamatan atlet, penggunaan doping, dan berbagai aspek lainnya.

  • Pengakuan sebagai Olahraga Resmi

MMA sebelumnya telah mendapatkan pengakuan sebagai olahraga resmi di banyak negara dan dapat ditemukan dalam jadwal kompetisi di acara olahraga besar di seluruh dunia.

Teknik Umum yang Digunakan Untuk Pertarungan MMA

Mixed Martial Arts (MMA) melibatkan penggunaan berbagai teknik dari berbagai gaya bela diri. Seorang petarung MMA yang sukses biasanya memiliki keterampilan yang luas dalam berbagai aspek pertarungan, termasuk berdiri (striking), grappling, dan pertahanan diri. Berikut adalah beberapa teknik umum yang digunakan dalam MMA:

Berdiri (Striking)

Tinju (Boxing): Pukulan tangan dengan teknik seperti jab, hook, dan uppercut.

Muay Thai: Penggunaan siku, lutut, dan kaki untuk menyerang lawan.

Kickboxing: Gabungan pukulan tangan dan tendangan.

Karate: Pukulan dan tendangan dengan teknik khas dari karate.

Capoeira: Gerakan-gerakan akrobatik dan tendangan tinggi.

Gulat (Grappling)

  1. Gulat:

Takedown: Membawa lawan ke tanah.

Gulungan: Berusaha mengontrol lawan di tanah.

  1. Judo dan Jujutsu:

Lemparan: Menggunakan teknik lemparan untuk menjatuhkan lawan.

Manipulasi Sendi: Menerapkan teknik untuk mengendalikan sendi lawan.

  1. Jiu-Jitsu Brasil:

Gulungan dan Submisi: Mencari posisi untuk menyerang sendi atau mengunci lawan.

Berada di Tanah (Ground Fighting)

  1. Posisi Dominan:

Mount: Berada di atas lawan, mengendalikan gerakan dan pukulan.

Back Mount: Berada di belakang lawan dengan kontrol penuh.

  1. Pertahanan dari Bawah:

Guard: Mempertahankan diri sambil berada di tanah.

Escape: Berusaha untuk keluar dari posisi terjebak.

Pertahanan Diri

Blocking: Menghalangi pukulan atau tendangan lawan dengan tangan atau lengan.

Parrying: Mengalihkan pukulan lawan dengan gerakan cepat.

Esquivar: Menghindari pukulan atau tendangan dengan bergerak tubuh.

Strategi dan Taktik

Pergerakan: Menggunakan pergerakan tubuh untuk mengelak atau menciptakan peluang.

Pukulan Kombinasi: Menggabungkan serangan untuk menciptakan tekanan pada lawan.

Mengelak dan Menyerang: Menghindari serangan lawan dan segera menanggapi dengan serangan balasan.

Pertarungan di Jarak Jauh dan Jarak Dekat

Serangan Jarak Jauh: Menggunakan pukulan dan tendangan dari jarak jauh.

Serangan Jarak Dekat: Menggunakan teknik gulat dan grappling dari jarak dekat.

Kondisi Fisik dan Mental

Kondisi Fisik yang Baik: Kekuatan, daya tahan, dan kecepatan yang baik.

Fokus Mental: Kemampuan untuk tetap tenang dan berkonsentrasi selama pertandingan.

Kombinasi Serangan

Transisi Antara Gaya Bela Diri: Kemampuan untuk berpindah dari berdiri ke gulat atau pertarungan di tanah dengan lancar.

Kreativitas: Menciptakan kombinasi dan teknik yang tidak terduga.

Penyesuaian Selama Pertandingan

Strategi Fleksibel: Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dalam pertandingan.

Setiap petarung memiliki gaya uniknya sendiri, pastinya pada kekuatan dan preferensi teknik yang berbeda. Oleh karena itu, melatih berbagai aspek teknis dan taktis sangat penting dalam pertarungan MMA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here