Olahraga ekstrim tentu sebuah olahraga yang memacu adrenalin. Akurasi, kecepatan, konsentrasi dan keamanan peralatan menjadi kunci sukses dalam olahraga ekstrim. Ada berbagai jenis olahraga petualangan di Indonesia seperti arung jeram, panjat tebing, dan selancar.

Ketertarikan terhadap dunia Olahraga Ekstrim mendorong sebagian besar orang untuk berolahraga dan mencapai performa puncak. Berikut tiga atlet Indonesia yang bangga dengan prestasi olahraga ekstremnya.

Olahraga Ekstrim

3 Atlet Olahraga Ekstrim Indonesia

Veddriq Leonardo

Veddriq Leonardo adalah seorang pendaki kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat. Atlet satu ini bergabung dengan tim pendakian Indonesia pada awal Januari 2018. Pria kelahiran Maret 1997 ini memiliki segudang prestasi yang mengharumkan namanya.

Dalam Kejuaraan Dunia IFSC 2018 di Moskow, Rusia, Veddriq berhasil meraih medali perunggu. Setahun kemudian, Veddriq berhasil meraih medali emas pada PRA-PON XX Zona 3 Sulawesi Selatan, Kejuaraan Asia 2019 Bogor, dan Belt and Road ICMT Qinghai di Tiongkok. Terbaru, Veddriq meraih medali emas kategori kecepatan putra pada ISFC Villars Climbing World Cup Swiss pada Juli 2021 dengan catatan waktu 5,329 detik.

Kiromal Katibin

Kiromal Katibin adalah salah satu pendaki kebanggaan Indonesia. Kiroma merupakan atlet muda asal Batang, Jawa Tengah. Ia tertarik pada pendakian sejak ia berusia tujuh tahun dan memulai petualangan profesionalnya pada tahun 2009.

Meski berusia baru 21 tahun, prestasi Kiroma sungguh sangat membanggakan. Medali perak pertama Kiroma diraih di Karanganyar pada tahun 2009 pada kelompok umur Kejurda. Tahun itu ia juga mengikuti IFSC Climbing World Cup di Salt Lake City (AS) dan memenangkan medali.

Aries Susanti Rahayu

Pemanjatan ekstrim sering disebut panjat tebing tidak hanya untuk laki-laki saja. Susanti Rahayu, seorang pemanjat domba jantan, bekerja di Indonesia. Pada usia 14 tahun, Aries menjadi pendaki gunung termuda di Grobogan.

Berkat kegigihannya meningkatkan kemampuan panjat tebing, Aries berhasil menjadi atlet PON 2019. Wanita kelahiran Grobogan, 21 Maret 1995, berhasil memperoleh medali emas Piala Dunia IFSC di Xiamen, Cina.

Lebih membanggakan lagi jika mengingat Aries juga berhasil memecahkan rekor dunia dengan menjadi wanita pertama yang mencapai waktu di bawah 7 detik atau 6,995 detik di dunia kecepatan wanita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here